Gardu Forkabi Sempat Dibakar

Kompas.com - 18/07/2012, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi penyerangan anggota FBR di gardu milik Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Pekojan, Jakarta Barat, pada Rabu (18/7/2012) dini hari tadi, ternyata diwarnai dengan sulutan api merah. Serangan membabi buta itu tidak hanya meluluh-lantahkan gardu berukuran 3 cm x 5 cm tersebut, tetapi juga keadaannya hangus berantakan.

"Massa FBR itu tiba -tiba datang begitu aja. Mereka mengobrak-abrik gardu pakai senjata, barang-barang semuanya abis, rusak, bendera kita juga dibakar," ucap Bendahara I Dewan Perwakilan Ranting (DPRt) Pekojan Yusuf Amin, saat ditemui Kompas.com, Rabu siang.

Yusuf mengatakan, pada malam kejadian, dirinya sedang ikut berjaga posko bersama empat anggota Forkabi lainnya. Saat dengan tiba-tiba massa FBR melakukan penyerangan, Yusuf dan yang lainnya lari tunggang langgang menyelamatkan diri.

"Saya nggak tau FBR itu perwakilan dari mana, waktu itu saya cuma liat aksi perusakan serta pembakaran gardu. Pas balik, kesitu aparat sudah datang dan mengamankan mereka. Warga yang ada, ikut matiin apinya," tutur Yusuf lagi menyebutkan warung di sebelah kanan-kiri gardu FBR ikut menjadi sasaran serangan tadi malam.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 15 anggota dan simpatisan FBR berhasil diamankan aparat Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (18/7/2012) dini hari tadi. Polisi juga mengamankan 15 motor dan puluhan senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku saat melakukan perusakan. Sampai kini, kepolisian resort Jakarta Barat masih mencari siapa yang akan bertanggung jawab atas masalah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau